Meet one of our member: Adusi

Meet one of our member: Adusi

Pernahkah Anda mencari tahu kandungan apa saja yang ada di kosmetik, sabun, dan produk – produk kebersihan dan kesehatan lainnya. Rata-rata dari produk tersebut menggunakan kandungan minyak kelapa sawit. 

Meet one of our member: Adusi

Kenapa produk- produk kecantikan dan kebersihan diri tersebut menggunakan minyak kelapa sawit? Sebelum mengetahui alasannya Anda harus tahu fungsi kelapa sawit, berfungsi sebagai penghasil busa untuk produk- produk tersebut. Sedangkan alasan pertama karena banyak orang yang berfikir jika menggunakan produk pembersih seperti sabun mandi harus berbusa karena itu tandanya mereka akan bersih saat menggunakannya. 

Kenyataan semakin banyak busa pada sebuah produk berarti produk tersebut semakin banyak menggunakan minyak kelapa sawit dan detergen pada produk tersebut. Yang mana hasil dari busa tersebut yang akan mencemarkan perairan. 

Meet one of our member: Adusi

jika berbusa tandanya itu bersih padahal tidak seperti itu, kenyataannya jika produk tersebut semakin banyak busa maka pada pembuatan produk sabun tersebut produsen menggunakan banyak deterjen dan minyak kelapa sawit. 

Alasan kedua karena minyak kelapa sawit merupakan bahan baku yang mudah ditemukan dan murah untuk dibeli. Seperti yang Anda tahu indonesia termasuk penghasil kelapa sawit nomor satu di dunia. Jadi kemungkinan mendapatkan bahan baku minyak kelapa sawit pun mudah, apalagi dengan harga yang murah menjadikan produsen pembuatan produk kecantikan dan pembersih memilih kelapa sawit. 

Meet one of our member: Adusi

Tetapi banyak produsen yang tidak mengetahui atau bahkan melupakan dampak dari menggunakan minyak kelapa sawit. Dan ini adalah beberapa dampak dari minyak kelapa sawit untuk lingkungan. Mulai dari kualitas air yang menurun hingga limbah yang muncul di sungai danau dan perairan, limbah tersebut berupa busa. Mungkin bagi Anda hal itu masih belum berbahaya tetapi percayalah cepat atau lambat dampak tersebut pasti Anda rasakan

Tetapi apakah Anda tahu bahwa hal ini bisa dijadikan peluang? Dan telah dibuktikan oleh dua orang sahabat yang dapat melihat hal ini sebagai peluang bisnis, dan menemukan cara untuk mencegah kerusakan alam karena limbah dari minyak kelapa sawit.

Dua sosok ibu rumah tangga itu adalah bu Lilies dan bu Dhany sebagai Founder Adusi, berawal dari rekan kerja, lalu teman komunitas essential oil hingga akhirnya menjadi lebih dekat yaitu sahabat. Hal tersebut dimulai karena komunitas essential oil mengadakan acara gathering “do it yourself” dengan membuat produk-produk sendiri. Produk yang dibuat seperti lip balm, scrub hingga sabun dengan bentuk- bentuk lucu. 

Karena acara gathering itu juga bu Lilies dan bu Dhany jadi mempunyai ide untuk membuat bisnis dengan memanfaat ilmu yang sudah dipelajari di komunitas dengan konsep yang sesuai dengan keinginan mereka yaitu alami, budaya lokal dan zero/less waste

Meet one of our member: Adusi

Dimana hal ini diungkap oleh bu Dhany “Adusi menggunakan konsep alami, budaya lokal dan zero waste dimana ketiga konsep ini merupakan identitas dari Adusi”. Oleh karena itu juga mereka menggunakan kata ‘adusi’ sebagai nama brandnya, yang mana berasal dari bahasa jawa tengah dengan arti ‘mandiin’

Hal ini juga yang menjadi kendala pada awal memulai bisnis ungkap bu Dhany “waktu mau ke HKI (Hak kekayaan Intelektual) buat daftarin nama brand gak bisa karena nama brand yang kita pilih sudah banyak dipakai orang, nama brandnya dulu ada lavender nya, dan pihak HKI tidak bisa mendaftarkannya untuk itu kita dikasih waktu buat balik lagi kalau udah dapet nama brandnya. Akhirnya kita cari dan ketemu deh nama brand yang cocok itu Adusi”.  

Sedangkan Adusi sendiri memiliki beberapa varian seperti Sparks Of Joy, Serai, Black Theory, Jardin De Lavande, Violet Breeze, dan Bir Pletok. Yang mana bahan – bahan tersebut didapatkan dengan cara mendapatkan essential oil dari bahan – bahan bakunya seperti lavender dan sereh. Apalagi Adusi juga berkomitmen untuk menjaga lingkungan. 

Meet one of our member: Adusi

“Selain produknya menggunakan bahan – bahan yang alami, Adusi juga menggunakan kemasan yang aman untuk alam seperti untuk membungkus sabunnya menggunakan ‘cassava plastik’ plastik yang berasal dari singkong, kemudian untuk cover brand menggunakan kertas hasil recycle dan yang terakhir saat melakukan pengiriman produk Adusi menggunakan pengiriman tanpa bubble wrap dan lakban plastik semua menggunakan kertas bekas yang digulung sebagai ganti bubble wrap untuk membuat produk aman dari kerusakan sedangkan untuk perekat Adusi menggunakan lakban kertas, hal ini dilakukan sebagai cara Adusi untuk menjaga lingkungan”, hal ini diungkapkan oleh bu Dhany.

Bukan hanya membuat produk sabun saja, Adusi juga menyediakan workshop do it yourself mengenai pembuatan sabun yang mudah dan aman untuk keluarga. Hal ini dilakukan untuk memudahkan ibu rumah tangga ataupun orang yang ingin menjaga lingkungan dan diri dari bahaya bahan- bahan kimia. 

Meet one of our member: Adusi

Dengan konsep “sayangi diri sayangi bumi” kemudian ingin memasukan nilai kebudayaan pada produknya. Membuat mereka cukup kebingungan untuk membuat HKI (Hak Kekayaan Intelektual) pada nama brandnya. Bukan hanya mengenai nama brand kendala di awal selanjutnya membuat produk sabun yang berbeda dengan kompetitor. 

Meet one of our member: Adusi

Karena banyak kompetitor sabun lain yang menggunakan aroma atau bahan seperti sereh,mawar, dan kunyit, membuat Adusi harus menemukan sabun dengan aroma yang unik sebagai unique product dari Adusi. Hingga akhirnya Adusi menemukan solusi dengan membuat sabun dengan aroma dari Bir Pletok dimana sabun tersebut terdiri dari aroma serai,jahe,kayu manis sebagai unique product-nya. Dimana sabun Pletok ini menggambarkan budaya Jakarta dan juga menggambarkan minuman khas dari Jakarta yaitu bir pletok!

Meet one of our member: Adusi

Adusi sendiri sudah berjalan kurang lebih setahun, dimana menggunakan IG (instagram) sebagai media promosinya, Anda bisa melihat akun @adusi.natural. Jika dulu Adusi mempunyai kendala pada menentukan brand dan unique product, tetapi sekarang Adusi mempunyai kendala di beberapa hal seperti di bidang SDM (karyawan). Karena Adusi memproduksi sabun sendiri mereka harus membutuhkan orang – orang yang terampil dalam menakarkan semua bahan- bahan agar bisa menjadi sabun dengan standar yang tepat. 

Meet one of our member: Adusi

Disaat membuat sabun bukan hanya membutuhkan bahan- bahan saja, tetapi juga memerlukan ketelitian waktu dan bentuk yang sesuai dengan varian dari Adusi sendiri. Kendala selanjutnya adalah yang harus dihadapi bu Lilies dan bu Dhani sebagai founder Adusi adalah bagaimana cara meningkatkan marketing hingga langkah apa saja untuk mencapai visi yang sudah ditetapkan Adusi. 

Dan solusi dari semua kendala yang dihadapi bu Lilies dan bu Dhany yaitu dengan bergabung dengan komunitas yang bisa memberikan banyak pendapat mengenai apa saja yang akan dilakukan untuk meningkat Adusi dari banyak aspek, bukan hanya itu saja Adusi juga mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai Adusi lebih dalam untuk mengetahui langkah atau jalan mana saja yang membuat visi dari Adusi tercapai. 

 

Subscribe For Updates

Subscribe For Updates

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our programs.

You have Successfully Subscribed!